Jumat, 06 Januari 2012

BEBERAPA KESALAHAN-KESALAHAN SAAT SHALAT

Sering kali, tanpa sadar kita banyak melakukan kesalahan kecil dalam shalat, yang akan mengurangi pahala shalat kit. Berikut ini beberapa kesalahan dalam shalat
1. NIAT
Banyak dari kita yang ketika membaca niat selalu dilafazhkan dan dibarengi dengan takbiratul ihram. Padahal, sebenarnya niat shalat itu harus dibaca di dalam hati. Mereka beranggapan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang diwajibkan. Ada juga yang beranggapan bahwa perilaku tersebut merupakan sunnah.
Secara logika, hal ini jelas tidaklah mungkin. Bayangkan saja, bagaimana kita membaca niat sedangkan kita sedang melakukan takbiratul ihram dengan membaca Allahu Akbar? Keduanya tidak bias kita lakukan sekaligus. Imam syafi’I membenarkan bahwa orang yang sedang shalat tidak mungkin sanggup melakukan dua kegiatan sekaligus seperti di atas. Ibnu qoyyim mengatakan bahwa ketika nabi Muhammad saw shalat, beliau hanya mengucapkan takbiratul ihrom dan tidak berkata apa-apa lagi. Beliau juga tidak melafadzkan niat dengan keras.

2. Mengangkat tangan terlalu tinggi atau rendah ketika takbir
Menurut hadits ahmad, abu daud, tirmidzi, rasulullah mengangkat kedua tangannya henya sebatas bahu atau cabang telinga. Abdullah bin umar mengatakan bahwa dia melihat rasulullah saw. Shalat dimulai dengan takbir. Beliau mengangkat tangan ketika mengucapkan takbir dan menjadikan kedua tangan nabi berbetulan dengan kedua bahunya. Kemudian, rasulullah (bersedekap) di atas perutnya dan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kiri.
3. Mengulangi bacaan surat al-fatihah lebih dari satu kali dalam satu rakaat
Ketika shalat, kita diperintahkan untuk membaca surat al-fatihah dan surat yang lain setelah surat al-fatihah. Membaca surat al-fatihah dalam setiap rakaat hanya boleh dibaca satu kali. Apabila surat al-fatihah dibaca lebih dari satu kali, maka kita sudah menyalahi perintah dan tuntunan dari rasulullah.
4. Berdiri dengan telapak kaki dan ujung jarinya tidak menghadap kiblat
Rasulullah ketika shalat selalu meluruskan jari-jari kakinya ketika melakukan shalat. Ketika shalat, kaki tidak boleh membentuk huruf V yang satu (kanan) menghadap ke utara dan yang sebelah kiri menghadap ke selatan. Kita harus mengikuti aturan yang sudah dibuat, agar pahala shalat kita tidak berkurang. Salah satu hadits yang mendasari tentang hal ini adalah seperti berikut :
‘’Dari Muhammad bin ‘Amr bin ‘Atha’, sesungguhnya dia duduk bersama dengan beberapa sahabat Nabi Muhammad saw. Kai sedang membicarakan shalatnya nabi. Maka, Abuh Humaid as-Sa’idy berkata, ‘aku lebih hafal dari kalian mengenai shalatnya rasulullah saw. Aku melihat beliau juga bertakbir mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya. Dan, ketika beliau sujud, beliau meletakkan kedua tangannya tanpa dihamparkan dan tidak pula menghimpitkan ke arah perutnya, dan beliau menghadapkan jemari kakinya kea rah kiblat.’’
(HR. Bukhari)
5. Merapatkan kaki ketika berdiri
Kelalaian lain yang sering kita lakukan ketika melaksanakan shalat adalah ketika berdiri, kita merapatkan kaki. Rasulullah saw ketika shalat tidak pernah merapatkan kakinya ketika berdiri. Tuntunan yang benar di dalam shalat adalah hendaknya membuka kedua kaki dan tidak merapatkannya.
6. Melakukan gerakan-gerakan yang berlebihan ketika shalat
Sering kita menjumpai seseorang yang melakukan gerakan berlebihan saat melakukan shalat. Msisalnya, menggaruk anggota badan tanpa alasan, sering membetulkan posisi peci dan mukena, sering merapikan rambut, menggerakan tangan dan kaki secara terus menerus, dan sebagainya. Gerakan-gerakan yang disebutkan di atas sering membuat shalat kita menjadi tidak khusyu. Terlalu banyak bergerka ketika shalat, hukumnya adalah makruh (perkara yang dianjurkan untuk tidak dilakukan. Jika dilakukan tidak berdosa, tetapi jika ditinggalkan akan mendapat pahala). Apabila gerakan-gerakan dilakukan secara berlebihan dan terus menerus, maka shalat kita batal dan wajib untuk menglang shalat.
7. Melihat ke sekeliling tanpa alasan tertentu
Sering kita jumpai orang yang shalat menoleh ke kanan, ke kiri, dan ke atas. Mereka sering menoleh hanya untuk melihat sekeliling masjid, baik hiasan masjid maupun orang yang ada di sekitarnya. sebenarnya, hal tersebut bertentangan dengan tuntunan Rasulullah, sehingga dapat membatalkan shalat. Bukhari dan Tirmidzi dalam haditsnya mengatakan bahwa Aisyah Ra. Bertanya kepada Rasulullah mengenai orang yang sering berpaling dalam shalatnya. Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa hal itu merupakan hasil curisn setan dari shalat hamba.
8. Posisi kepala tidak lurus dengan punggung keetika ruku’
Kebanyakan dari kita ketika melakukan ruku’ melenceng dari tuntunan yang diajarkan oleh rasulullah saw. Cara melakukan ruku’ yang benar adalah jangan terlalu membungkukkan kepala atau mengangkatnya. Rasulullah mengajarkan kepada para sahabatnya untuk menyejajarkan kepala, punggung, dan dubur ketika ruku’.
Dalam hadits disebutkan, ‘’Dari Abu Mas’ud al-badry berkata, ‘Rasulullah saw. Bersabda, ‘tidak dianggap sempurna shalat seseorang hingga dia meluruskan punggungnya ketika ruku’ dan suud.’’(HR. Abu Daud).

9. Mengarahkan pandangan ketika ruku’ pada kedua mata kaki
Ketika ruku’, sebagian dari kita sering mengarahkan pandangan ke arah mata kaki dan sekitarnya. Hal seperti itu adalah salah. Tuntunan yang benar adalah pandangan kita harus fokus ke tempat sujud. Mata kita tidak boleh melihat ke arah kedua mata kaki.
‘’dari Ibnu Abbas berkata, ‘Nabi Muhammad SAW. Ketika berdiri memulai shalat, beliau tidak melihat, kecuali ke arah tempat sujudnya.’’ (HR.Nawawi).
10. Menyatukan jari-jari kedua kaki ketika sujud
Ketika melakukan sujud, rasulullah membuka jari-jari kedua kakinya. di dalam hadits Nasa’i, Abu Humaid Sa’idi berkata,‘’apabila rasulullah saw. Turun ke tanah untuk sujud, beliau merenggangkan kedua bahunya dari kedua ketiaknya dan membuka jari-jari kedua kakinya.
11. Tidak boleh ada sesuatu yang menghalangi anggota sujud menempel tempat sujud
Banyak yang beranggapan bahwa ketika kita sedang sujud, tidak boleh ada sesuatu yang menghalangi anggota sujud untuk menyentuh sajadah atau tanah. Bagi laki-laki, mereka harus menyibakkan rambutnya dari dahi agar tidak menghalangi wajah untuk sujud. Akan tetapi, pendapat ini tidak benar. Shalat kkanita akan tetap sah, meskipun ada sesuatu yang menghalangi anggota sujud menempel ke tempat sujud.
12. Langsung sujud setelah salam
Kebanyakan dari kitasering melakukan sujud setelah salam. Mereka mengatakan bahwa sujud tersebut merupakan sujud syukur. Sebenarnya, hal tersebut merupakan sebuah tambahan dan tidak ada di dalam tuntunan shalat. Rasulullah juga tidak pernah mengajarkan hal seperti itu.
13. Hanya menoleh sedikit ketika salam
Ketika kita mengakhiri shalat dengan salam (menoleh ke kanan dan ke kiri), kita harus menyempurnakan cara salam kita. Rasulullah saw. Selalu mengakhiri shalatnya dengan salam, yaitu menoleh ke kanan dan ke kiri, sehingga pipi nabi terlihat oleh seseorang yang berada di belakang nabi.
‘’ dari Abdullah bin mughaffal berkata, rasulullah saw. Bersabda, ‘sesungguhnya pencuri yang sebenarnya adalah yang mencuri shalatnya.’ Kemudian ditanya, ‘bgaimana seseorang mencuri shalatnya wahai rasulullah ?’ beliau menjawab, ‘yang tidak sempurna ruku’ dan sujudnya, dan orang yang paling bakhil (pelit) adalah bakhil dalam salam.’’ (HR. Tibrani).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar